logo Kompas.id
InternasionalJelang Musim Dingin, Eropa Berpacu dengan Krisis Energi

Jelang Musim Dingin, Eropa Berpacu dengan Krisis Energi

Kenaikan harga energi menjadi tantangan tersendiri bagi Eropa setelah berbulan-bulan mengalami ketidakstabilan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Rumah tangga miskin menjadi salah satu fokus kebijakan Uni Eropa.

Oleh BENNY D KOESTANTO
· 1 menit baca
Memuat data...
AFP/ARMANDO BABANI

Seorang pria berjalan melewati toko olahraga musim dingin yang tutup di Frankfurt, Jerman, Rabu (16/12/2020). Negara-negara di Eropa bersiap memasuki musim dingin dengan sejumlah langkah antisipasi atas melonjaknya harga bahan bakar energi.

BRUSSELS, RABU — Negara-negara di Eropa berpacu dengan waktu mengatasi krisis energi global menjelang tibanya musim dingin yang membutuhkan lebih banyak energi. Komisi Eropa menyarankan 27 negara anggota Uni Eropa untuk mengadopsi pemotongan pajak, bantuan negara, serta sejumlah langkah lain untuk membantu rumah tangga dan kalangan bisnis mengatasi dampak lonjakan harga energi.

Kenaikan harga energi menjadi tantangan tersendiri bagi Eropa setelah berbulan-bulan mengalami ketidakstabilan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Komisi Eropa menginginkan respons cepat dan bersama untuk mengurangi dampak kenaikan harga, terutama bagi penduduk miskin atau berpenghasilan rendah. ”Kenaikan harga energi global merupakan masalah serius bagi UE. Saat kita keluar dari pandemi dan memulai pemulihan ekonomi, penting untuk melindungi konsumen rentan dan mendukung perusahaan-perusahaan Eropa,” kata Komisioner Energi UE Kadri Simson.

Editor: Fransisca Romana
Bagikan
Memuat data..