logo Kompas.id
InternasionalKrisis Energi Ganggu Produksi Pangan

Krisis Energi Ganggu Produksi Pangan

Kenaikan harga energi membuat produsen karbon dioksida, bahan baku penting dalam industri makanan olahan, dan pupuk menghentikan sebagian produksi. Akibatnya, ada ancaman gangguan produksi pangan.

Oleh
kris mada
· 1 menit baca
Memuat data...
AP/NG HAN GUAN

Pedagang daging di Beijing, China, pada Agustus 2020. Krisis energi di China dan sejumlah negara mulai berdampak pada rantai produksi pangan global. Pabrik pupuk dan pengolahan kedelai berhenti beroperasi karena harga energi melonjak.

LONDON, JUMAT — Kenaikan harga bahan bakar fosil mulai berdampak ke produksi pangan. Pabrik pupuk dan karbon dioksida, yang dibutuhkan dalam industri pangan, mulai menghentikan produksi karena kenaikan harga gas.

Pemasok 33 persen amonia global, Yara International, mengumumkan pemangkasan kapasitas produksi hingga 40 persen untuk pabrik di Eropa. Keputusan diambil menyusul gas, bahan baku utama dalam produksi amonia, terus melonjak harganya. Yara punya pabrik di Belanda, Belgia, Italia, Inggris, Jerman, dan Norwegia.

Editor:
laksanaas
Bagikan