logo Kompas.id
InternasionalEnergi Bersih, Keras Digaungkan, tetapi Lemah dalam Penerapan

Energi Bersih, Keras Digaungkan, tetapi Lemah dalam Penerapan

Isu perubahan iklim telah menjadi perhatian dunia. Akan tetapi komitmen negara-negara, terutama negara maju untuk menguransi secara siknifikan laju penggunaan dan produksi batubara masih lemah.

Oleh
Laraswati Ariadne Anwar
· 1 menit baca
Memuat data...
UN WEB TV VIA AP

Foto yang diambil pada Sabtu (25/9/2021) ini memperlihatkan Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob saat memberikan pidato (yang disampaikan melalui rekaman video) dalam Sidang Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa.

KUALA LUMPUR, SENIN – Kampanye untuk menurunkan emisi karbon dan beralih ke pemakaian energi bersih ramai digaungkan di forum-forum internasional. Kondisi Bumi semakin kritis dengan analisa tim lingkungan hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan, naik 1,5 derajat Celcius saja dalam kurun lima tahun ke depan, terjadi kerusakan yang tidak akan bisa diperbaiki. Negara-negara beramai-ramai menyatakan siap meninggalkan bahan bakar fosil dan beralih ke energi bersih demi dekarbonisasi, faktanya di negara maju sekali pun tantangannya banyak sekali.

Malaysia merupakan negara terbaru yang mengumumkan komitmen pengurangan karbon mereka. Perdana Menteri Ismail Sabri pada hari Senin (27/9/2021) mengutarakan bahwa rencana pembangunan lima tahun ke depan ialah peningkatan infrastruktur dan pengurangan karbon. Rencana yang terdengar paradoks ini menurut dia akan memanfaatkan skema penerapan pajak karbon.

Editor:
Bonifasius Josie Susilo H
Bagikan