logo Kompas.id
InternasionalIndonesia Prihatin Atas Berlanjutnya Perlombaan Senjata di Kawasan

Indonesia Prihatin Atas Berlanjutnya Perlombaan Senjata di Kawasan

Indonesia tekankan pentingnya Australia mematuhi kewajibannya soal nonproliferasi nuklir. Sementara Perancis kecewa dengan langkah Australia terkait pembentukan AUKUS.

Oleh
kris mada
· 1 menit baca
Memuat data...
AAP VIA AP/MICK TSIKAS

Perdana Menteri Australia Scott Morrison (tengah) mengumumkan aliansi militer baru bersama PM Inggris Boris Johnson (layar kiri) dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Kamis (16/9/2021), di Canberra, Australia. Aliansi itu memicu kemarahan sekutu dan pesaing tiga negara tersebut. Tujuan aliansi itu, antara lain, membantu Australia memiliki sedikitnya delapan kapal selam bertenaga nuklir.

JAKARTA, KOMPAS — Indonesia prihatin atas keputusan Australia, Amerika Serikat, dan Inggris membentuk aliansi militer di kawasan. Apalagi, aliansi yang disebut AUKUS itu menghadirkan kekuatan nuklir baru di kawasan.

Salah satu tujuan AUKUS adalah membantu Australia memiliki sedikitnya delapan kapal selam bertenaga nuklir. Australia akan menjadi satu-satunya negara tanpa senjata nuklir yang punya kapal selam bertenaga nuklir. Di Asia, hanya India dan China punya kapal selam dan senjata nuklir. Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengklaim, Canberra tidak akan mengejar kepemilikan senjata nuklir.

Editor:
Bonifasius Josie Susilo H
Bagikan