logo Kompas.id
β€Ί
Internasionalβ€ΊJepang Tak Beri Ruang untuk...
Iklan

Jepang Tak Beri Ruang untuk Pelanggar Etika

Sederet nama dalam Komite Olimpiade Tokyo 2020 mundur atau diberhentikan gara-gara persoalan etika yang bagi ukuran orang Indonesia barangkali terdengar sepele. Namun, di Jepang, etika adalah perkara serius.

Oleh
Kris Mada
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/N3Tfn2df1ETtyiZJQ2a80IF595M=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2F17ef65cc-8bc3-4c32-a942-c6d43c612f9b_jpg.jpg
KOMPAS/AGUNG SETYAHADI

Warga berfoto di cincin Olimpiade di halaman Museum Olimpiade Jepang yang berada di kompleks Stadion Olimpiade Tokyo, Kamis (22/7/2021). Stadion yang dipakai untuk membuka Olimpiade Tokyo 1964 itu akan menjadi lokasi pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 pada Jumat (23/7/2021). Olimpiade Tokyo yang berlangsung di tengah pandemi ini diharapkan menjadi penyulut semangat dunia untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Di Jepang, etika adalah perkara serius. Gara-gara persoalan etika, seseorang bisa kehilangan jabatannya. Tak perlu sampai melanggar hukum atau aturan, bermasalah dengan etika yang tampaknya sepele dan terjadi di masa lampau sekalipun, ganjarannya adalah tiket angkat koper dan pulang.

Ketua Komite Olimpiade Tokyo 2020 Seiko Hashimoto meminta maaf kepada masyarakat pada Kamis (22/7/2021). Ia menyatakan bertanggung jawab atas kegagalan komite memeriksa semua orang yang terlibat dalam penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020.

Editor:
laksanaas
Bagikan