logo Kompas.id
InternasionalAdaptasi Haji di Tahun Kedua...

Adaptasi Haji di Tahun Kedua Pandemi, dari Perempuan Petugas hingga Robot

Penyelenggaraan ibadah haji 2021 menunjukkan adaptasi besar-besaran terhadap pandemi, teknologi, hingga kondisi sosial. Selain mengerahkan aparat, termasuk perempuan, Saudi menempatkan total 20 robot di Masjidil Haram.

Oleh
KRIS MADA
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/IOYZtWgNvKxAzpdFdJH-UcwOdIg=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2FSAUDI-RELIGION-HAJJ-HEALTH-VIRUS_97684836_1626749198.jpg
AFP/FAYEZ NURELDINE

Seorang anggota jemaah haji berdoa di Gunung Arafah, atau yang juga dikenal dengan nama Jabal Rahmah, saat menunaikan wukuf di Arafah, tenggara kota suci Mekkah, Arab Saudi, Senin (19/7/2021).

MEKKAH, SELASA — Pemerintah Arab Saudi memastikan, hingga hari ketiga, Senin (19/7/2021), penyelenggaraan haji 2021 berlangsung tertib. Salah satu tandanya adalah secara umum protokol kesehatan pencegahan penularan wabah Covid-19 tetap bisa dilakukan di berbagai lokasi pelaksanaan ibadah haji. Penyelenggaraan haji tahun 2021 ini juga menunjukkan adaptasi besar-besaran terhadap pandemi, teknologi, hingga kondisi sosial mutakhir.

Pada Senin (19/7/2021), jemaah menunaikan ibadah wukuf di Arafah setelah bermalam di Mina. Mina terletak 7 kilometer dari Masjidil Haram, Mekkah. Di sana, telah berdiri tenda-tenda untuk tinggal para jemaah haji. Saat wukuf, seusai menjalankan shalat dhuhur, dengan membawa botol-botol berisi minuman dan payung, jemaah naik ke Gunung Arafah—atau yang juga dikenal dengan nama Jabal Rahman—dan berada di tempat itu selama berjam-jam untuk melafalkan doa-doa atau membaca Al Quran.

Editor:
samsulhadi
Bagikan