logo Kompas.id
β€Ί
Internasionalβ€ΊPendulum Politik Iran Berayun ...

Pendulum Politik Iran Berayun ke Kubu Konservatif

Kedekatan dengan Pemimpin Spiritual Ayatollah Ali Khamenei menjadi modal terpenting bagi kandidat presiden Iran. Dari lima kandidat, Ebrahim Raisi dikenal paling dekat dengan Khamenei.

Oleh
MUSTHAFA ABD RAHMAN, DARI KAIRO, MESIR
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/TJk7l7Tgv0d8qx9Oeqyho1hZoxs=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F06%2FTOPSHOT-IRAN-POLITICS-VOTE_96920176_1623861727.jpg
AFP/ATTA KENARE

Para pendukung kandidat presiden dari kubu konservatif, Ebrahim Raisi, mengikuti kampanye pemilu di Teheran, Iran, Senin (14/6/2021).

Iran pada hari Jumat (18/6/ 2021) besok  akan menggelar pemilu presiden ke-13 sejak revolusi tahun 1979 di bawah pimpinan Ayatollah Imam Khomeini.  Pemilu presiden kali ini berlangsung saat Iran tengah menghadapi momentum yang menentukan masa depan negara, yakni perundingan nuklir di Vienna, Austria, yang sampai saat ini belum menghasilkan kesepakatan.

Siapa pun presiden terpilih nanti akan langsung memikul beban tanggung jawab menentukan nasib perundingan nuklir Iran tersebut. Isu ekonomi yang terpuruk, akibat embargo AS pasca-pembatalan sepihak AS pada 2018 atas perundingan nuklir Iran tahun 2015, juga menjadi tantangan besar presiden Iran terpilih nanti.

Editor:
samsulhadi
Bagikan