logo Kompas.id
InternasionalAnak Muda Iran Kehilangan Harapan

Anak Muda Iran Kehilangan Harapan

Sebagian anak muda Iran sudah tidak mau memberikan suara dalam pemilihan presiden karena merasa pemilu tidak ada gunanya. Kebebasan mereka tetap terkekang dan sistem demokrasi impian tak kunjung terwujud.

Oleh Luki Aulia
· 1 menit baca
Memuat data...
AFP/ATTA KENARE

Anak-anak muda Iran berkumpul di salah satu tempat di Teheran utara, Senin (14/6/2021).

Shirin (22), mahasiswa studi Perancis di Teheran, Iran, tidak bisa lagi memercayai para pejabat Pemerintah Iran yang terpilih akan bisa mewujudkan kebebasan dan demokrasi. Karena tak lagi percaya, Shirin sudah membulatkan tekad tidak akan ikut memberikan suaranya dalam pemilihan umum presiden Iran, Jumat (18/6/2021). Pemilu itu dianggap seperti referendum terhadap cara Pemerintah Iran menangani krisis politik dan ekonomi selama ini.

Hasil jajak pendapat terbaru, pekan lalu, menunjukkan angka partisipasi bakal rendah. Penyebabnya diduga karena kesulitan ekonomi dan tidak adanya kandidat presiden yang dianggap mumpuni dan bisa memenuhi aspirasi rakyat. Kalangan komunitas religius yang kuat dan warga kelompok kurang mampu akan datang memilih kandidat kubu konservatif-garis keras, Ebrahim Raisi, yang dikenal anti-Barat. Namun, para pemilih muda dan berpendidikan di kota-kota dan perdesaan mungkin akan tinggal di rumah saja.

Editor: Muhammad Samsul Hadi
Bagikan
Memuat data..