logo Kompas.id
InternasionalKubu Reformis Ingatkan Bila...

Kubu Reformis Ingatkan Bila Kubu Ultrakonservatif Berkuasa

Calon presiden dari kubu reformis mengingatkan masa depan Iran jika dalam pilpres 18 Juni mendatang memilih kandidat dari kubu ultrakonservatif. Sementara, perundingan nuklir di Vienna belum menunjukkan hasil.

Oleh
Mahdi Muhammad
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/JGKnuii4wnQeczs2SfP8XYKBFbA=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F06%2FIran-Elections_96856312_1623553035.jpg
AYOUB GHADERI/ YOUNG JOURNALISTS CLUB, YJC VIA AP

Calon presiden Iran, Abdolnasser Hemmati, tengah berbicara menjelang acara debat kandidat capres Iran yang diselenggarakan stasiun televisi pemerintah di Teheran, Sabtu (12/6/2021). Hemmati mengingatkan kemungkinan kesulitan ekonomi yang lebih luas jika kandidat dari kubu ultrakonservatif memenangi pemilu kali ini.

TEHERAN, MINGGU — Kandidat presiden Iran dari kubu reformis, Abdolnasser Hemmati, memperingatkan kemenangan kubu ultrakonservatif pada pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 18 Juni nanti, dapat  membuat kehidupan rakyat negara itu akan lebih berat. Kemenangan capres dari kubu ultrakonservatif dinilainya akan membawa Iran ke dalam krisis yang lebih dalam.

”Apa yang terjadi jika kekuasaan jatuh ke tangan kelompok garis keras? Apa yang terjadi jika kekuasaan jatuh ke tangan Anda? Saya sampaikan dengan sangat jelas: sanksi baru dengan konsensus global yang lebih kuat,” kata Hemmati, menutup debat terakhir menjelang pemilihan presiden, Sabtu (12/6/2021).

Editor:
Bonifasius Josie Susilo H
Bagikan