logo Kompas.id
InternasionalRiset Terbaru Tunjukkan Bukti Pelanggaran HAM terhadap Etnis Uighur di China

Riset Terbaru Tunjukkan Bukti Pelanggaran HAM terhadap Etnis Uighur di China

Sebuah penelitian mengungkapkan adanya upaya terstruktur untuk mengurangi populasi kelompok etnis Uighur di China. Beijing menilai laporan itu karangan belaka.

Oleh Laraswati Ariadne Anwar
· 1 menit baca
Memuat data...
AP PHOTO/MARK SCHIEFELBEIN

Siswa sekolah menari saat kelas musik di sebuah sekolah dasar saat acara kunjungan wartawan di kota Awati di Kashgar, wilayah otonomi Uighur di bagian barat China, 19 April 2021.

LONDON, SELASA — Penelitian terbaru yang dilakukan Adrian Zenz, warga negara Jerman anggota Yayasan Mengenang Korban Komunisme yang berbasis di Washington DC, Amerika Serikat, mengungkapkan adanya upaya terstruktur untuk mengurangi populasi kelompok etnis Uighur di Provinsi Xinjiang, China. Dalam penelitian yang akan diterbitkan di jurnal ilmiah Central Asian Survey itu, Zenz mengatakan, tindakan China dapat dikategorikan sebagai genosida atau penghilangan etnis tertentu.

Riset ini pertama kali diterbitkan di media arus utama secara eksklusif oleh kantor berita Reuters. Zenz merupakan peneliti yang bertahun-tahun fokus mengkaji kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap etnis Uighur di Provinsi Xinjiang ataupun di China secara umum.

Editor: Fransisca Romana
Bagikan
Memuat data..