Kegemparan di penjuru dunia terjadi ketika pekan lalu diberitakan, 215 jasad anak-anak, yang di antaranya berusia tiga tahun, ditemukan terkubur di situs Kamloops Indian Residential School, Kamloops, British Columbia, Kanada. Kawasan tersebut dahulu merupakan sekolah perumahan pribumi terbesar di Kanada. Kamloops Indian Residential School adalah fasilitas terbesar di Kanada dan dioperasikan oleh Gereja Katolik Roma antara tahun 1890 dan 1969, sebelum pemerintah federal mengambil alih sebagai sekolah harian sampai saat ditutup pada 1978. Warga pun bereaksi dengan datang ke tempat tersebut untuk mengenang kejadian yang memilukan itu.

Jennifer Nickel memeluk putrinya saat mereka menatap ke arah bekas Sekolah Perumahan Indian Kamloops untuk menghormati 215 anak-anak korban genosida di dekat fasilitas tersebut di Kamloops, British Columbia, Kanada, Kamis (3/6/2021).

Hiasan seni terlihat digantung di jendela bekas Sekolah Perumahan Indian Kamloops sebagai bagian dari penghormatan untuk 215 anak yang jenazahnya ditemukan terkubur di dekat fasilitas tersebut, di Kamloops, British Columbia, Kanada, Kamis (3/6/2021).