logo Kompas.id
InternasionalIran Klaim ”Kemenangan” atas...

Iran Klaim ”Kemenangan” atas Sanksi Ekonomi AS

Presiden Iran Hassan Rouhani mengklaim bahwa Pemerintah AS sepakat mencabut sanksi ekonomi terhadap negara tersebut. Namun, kepatuhan Iran terhadap isi perjanjian JCPOA masih dipertanyakan.

Oleh
Mahdi Muhammad
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/yAwE9-2iLCWGj5yYeeC09Aauu2I=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F05%2F78345485_1557327691.jpg
AFP/IRANIAN PRESIDENCY

Foto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh Kantor Kepresidenan Iran menunjukkan Presiden Hassan Rouhani (kanan) mendengarkan penjelasan Kepala Lembaga Teknologi Nuklir Iran Ali Akbar Salehi (kedua dari kanan) saat peringatan Hari Teknologi Nuklir, di Teheran. Iran berniat mencabut sebagian komitmennya pada Perjanjian Nuklir 2015 jika negara pihak tidak mampu melindungi Iran dari sanksi Amerika Serikat.

VIENNA, RABU — Perundingan program nuklir Iran atau yang dikenal dengan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015 kembali digelar di Vienna, Austria, Rabu (2/6/2021). Perundingan dilanjutkan di tengah perubahan sikap Iran yang urung memberikan akses kepada pengawas nuklir Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Pemerintah Iran mengklaim semua masalah perjanjian nuklir dengan Amerika Serikat diselesaikan, bahkan sanksi ekonomi terhadap Iran telah dicabut.

Pertemuan yang berlangsung pada Rabu sore waktu setempat melibatkan Iran dan beberapa negara penanda tangan kesepakatan JCPOA, seperti Rusia, China, Perancis, Inggris, dan Jerman. Pertemuan yang difasilitasi Uni Eropa itu dinilai juru bicara Pemerintah Iran, Ali Rabiei, sudah tidak memiliki hambatan utama lagi. Rabiei, dikutip dari kantor berita IRNA, menyatakan harapannya, pemerintahan baru Iran pasca-pemilihan umum akan menikmati hasil negosiasi yang kini tengah berlangsung.

Editor:
Fransisca Romana
Bagikan