logo Kompas.id
InternasionalAS Hentikan Sementara...
Iklan

AS Hentikan Sementara Penggunaan Vaksin Johnson & Johnson

Sebelum J&J, pengentalan darah juga dialami penerima vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca. EMA tetap menyarankan vaksin AstraZeneca digunakan. CDC dan FDA seketika meminta penundaan vaksin J&J.

Oleh
Kris Mada
· 3 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/2om75M3GEtCl4SnWpdYiTL_pxHw=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F06%2FHEALTH-CORONAVIRUSEU-VACCINE_89931697_1592543795.jpg
REUTERS/BRENDAN MCDERMID/FILE PHOTO

Bendera nasional Amerika Serikat di atas logo perusahaan Johnson & Johnson saat perayaan 75 tahun terdaftarnya perusahaan farmasi itu di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, 17 September 2019.

WASHINGTON, RABU — Amerika Serikat menjadwalkan ulang vaksinasi Covid-19 untuk sebagian warganya. Penjadwalan ulang menyusul perintah penundaan penggunaan vaksin Covid-19 buatan Johhnson & Johnson karena alasan keamanan. Alasan untuk Johnson & Johnson sama dengan untuk AstraZeneca, yakni memicu penggumpalan darah selepas vaksinasi.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) mengumumkan penundaan penggunaan vaksin Covid-19 buatan Johnson & Johnson (J&J) pada Selasa (13/4/2021) pagi. Gedung Putih menanggapinya pada Selasa siang waktu Washington atau Rabu dini hari WIB.

Editor:
Nasru Alam Aziz
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000