logo Kompas.id
InternasionalPandemi dan Tsunami Kebencian Rasial

Pandemi dan Tsunami Kebencian Rasial

Kejadian pandemi kerap memunculkan kebencian rasialis. Alih-alih mengevaluasi respons terhadap pandemi, negara-negara Barat cenderung mencari kambing hitam dan menyalahkan orang lain atas pandemi yang terjadi.

Oleh ADHITYA RAMADHAN
· 1 menit baca
Memuat data...
MARIO TAMA/GETTY IMAGES/AFP

Warga berunjuk rasa menentang rasisme anti-Asia, Sabtu (27/3/2021), di Los Angeles, California, Amerika Serikat.

Berawal dari kluster kecil pneumonia di kota Wuhan, China, akhir 2019, Covid-19 kini telah menjadi pandemi paling mematikan di dunia sejak pandemi flu 1918. Selain membawa kesakitan dan kematian, gelombang infeksi Covid-19 juga melahirkan tsunami kebencian rasial terhadap orang Asia atau keturunan Asia di sejumlah negara.

Di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene edisi April 2020, Edmond Eng dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, Inggris, bercerita, di sekolah dasar di mana anaknya yang berusia sembilan tahun bersekolah, anak-anak menyebarkan rumor bahwa anak ras campuran yang berasal dari China telah menyebarkan virus korona.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Bonifasius Josie Susilo H
Memuat data..