logo Kompas.id
InternasionalKonsumsi Negara-negara Kaya Picu Penggundulan Hutan di Dunia

Konsumsi Negara-negara Kaya Picu Penggundulan Hutan di Dunia

Negara-negara maju mendorong reboisasi di dalam negeri masing-masing, tetapi mendorong deforestasi di luar negeri, terutama di kawasan tropis. Hal ini mengancam mitigasi perubahan iklim dan konservasi keragaman hayati.

Oleh kris mada
· 1 menit baca
Memuat data...
AFP/CARL DE SOUZA

Foto dokumentasi tanggal 26 Agustus 2019 ini memperlihatkan petani Brasil, Helio Lombardo Do Santos, dan anjingnya berjalan melewati area bekas kebakaran di hutan Amazon, dekat Porto Velho, Negara Bagian Rondonia, Brasil.

Singapura bertanggung jawab pada penggundulan hutan-hutan di Asia Tenggara. Sementara setiap warga negara maju bertanggung jawab atas penggundulan hutan rata-rata 58 meter persegi per tahun.

Penggundulan hutan memang terjadi di negara-negara berkembang. Walakin, komoditas terkait penggundulan itu terutama dikonsumsi negara-negara kaya.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Muhammad Samsul Hadi
Bagikan
Memuat data..