logo Kompas.id
InternasionalMenanti Peran ASEAN soal Myanmar

Menanti Peran ASEAN soal Myanmar

Hampir dua bulan krisis politik melanda Myanmar, belum ada langkah nyata ASEAN untuk meredakannya. Bisakah ASEAN diandalkan menangani krisis itu?

Oleh REDAKSI
· 1 menit baca
Memuat data...
ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY

Presiden Joko Widodo (kedua dari kanan) bergandengan tangan dengan para pemimpin pemerintahan negara-negara ASEAN pada upacara pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi ke-35 ASEAN di Bangkok, Thailand, Minggu (3/11/2019). Saat ini dunia menanti peran ASEAN menangani krisis politik di Myanmar.

Gugatan itu wajar untuk dikemukakan. Sejak militer melancarkan kudeta di Myanmar pada 1 Februari lalu, disusul unjuk rasa tiada henti oleh rakyat penentang kudeta militer hingga jatuh korban jiwa—menurut pencatatan Asosiasi Bantuan bagi Para Tahanan Politik (AAPP)—sedikitnya 459 orang per Minggu (28/3/2021), ASEAN baru mengeluarkan dua pernyataan. Pernyataan pertama pada 1 Februari lalu, melalui pernyataan Ketua ASEAN; pernyataan kedua dirilis pada 2 Maret lalu oleh Ketua ASEAN, seusai sidang informal para menteri luar negeri ASEAN.

Isi dua pernyataan itu bersifat normatif, lebih menonjol dengan ungkapan keprihatinan dan seruan, serta tidak ada tindak lanjut dari pernyataan itu. Ada penekanan kepada pihak-pihak di Myanmar agar menempuh jalan dialog dan rekonsiliasi dalam dua pernyataan itu. Namun, tidak ada langkah nyata ASEAN untuk memastikan hal itu terlaksana. Kita mencatat, hari demi hari konflik di Myanmar bukannya mereda, melainkan makin parah.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Muhammad Samsul Hadi, Paulus Tri Agung Kristanto
Bagikan
Memuat data..