logo Kompas.id
InternasionalRibuan Warga Myanmar Mulai Mengungsi ke Thailand

Ribuan Warga Myanmar Mulai Mengungsi ke Thailand

Krisis Myanmar mulai memicu krisis pengungsi ke negara lain. Sedikitnya 3.000 warga Myanmar di Negara Bagian Karen menghindari serangan militer Myanmar terhadap basis kelompok perlawanan dengan mengungsi ke Thailand.

Oleh kris mada
· 1 menit baca
Memuat data...
FREE BURMA RANGERS VIA AP

Foto yang dirilis Free Burma Rangers ini memperlihatkan warga desa Karen berkumpul di hutan untuk berlindung dari serangan udara militer Myanmar di area Deh Bu Noh, Distrik Papun, Negara Bagian Karen, Myanmar, Minggu (28/3/2021).

BANGKOK, SENIN — Sedikitnya 3.000 warga Myanmar hingga Senin (29/3/2021) pagi menyeberang ke Thailand untuk menghindari serangan udara militer Myanmar (Tatmadaw) ke basis pasukan kelompok perlawanan di perbatasan kedua negara. Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan, Bangkok bersiap menghadapi gelombang eksodus pengungsian dari Myanmar.

Eksodus awal pengungsian warga Myanmar ke Thailand pasca-kudeta militer 1 Februari lalu itu terjadi saat jet-jet militer Myanmar mengebom area milisi Karen National Union (KNU). Pada Sabtu pagi, milisi KNU menyerang pos aparat. Dalam serangan itu, menurut salah satu kelompok aktivis dan media, sebanyak 10 orang tewas.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Muhammad Samsul Hadi
Bagikan
Memuat data..