logo Kompas.id
InternasionalASEAN Harus Lebih Keras Mengetuk

ASEAN Harus Lebih Keras Mengetuk

Presiden Joko Widodo pekan lalu mengeluarkan pernyataan cukup keras terkait krisis di Myanmar. Ia juga mendesak digelar pertemuan tingkat tinggi membahas isu itu.

Oleh REDAKSI
· 1 menit baca
Memuat data...
SEKRETARIAT PRESIDEN

Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menyapa awak media dari beranda Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (5/2/2021). Kedua pemimpin membahas sejumlah isu dalam pertemuan bilateral.

Pernyataan tersebut memiliki bobot tersendiri, sekaligus menggambarkan urgensi isu yang disampaikan. Bukan hanya karena  disampaikan langsung oleh kepala negara, melainkan juga dari segi isinya. Sejumlah media asing menyebut pernyataan Presiden itu sebagai salah satu pernyataan terkeras yang disampaikan pemimpin di kawasan Asia Tenggara.

Sejak kudeta  1 Februari hingga Minggu (21/3/2021), seperti dicatat lembaga independen Asosiasi Bantuan bagi Para Tahanan Politik (AAPP), setidaknya 247 orang tewas di Myanmar. Selain itu,  2.345 orang ditangkap atau didakwa. Dalam pidatonya, Presiden juga mengimbau untuk segera dilakukan dialog dan rekonsiliasi di negara itu. Di ujung pernyataan, Presiden mengusulkan kepada Brunei Darussalam sebagai Ketua ASEAN agar menggelar pertemuan tingkat tinggi ASEAN  untuk membahas krisis Myanmar.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Muhammad Samsul Hadi, Marcellus Hernowo
Bagikan
Memuat data..