logo Kompas.id
InternasionalKelompok Tentara Bayaran Wagner Bertempur demi Uang dan Putin

Kelompok Tentara Bayaran Wagner Bertempur demi Uang dan Putin

Rusia memanfaatkan tentara bayaran dalam perangnya di sejumlah negara, mulai dari Ukraina hingga Suriah dan Libya.

Oleh ADHITYA RAMADHAN
· 1 menit baca
Memuat data...

Pria yang tidak diketahui identitasnya ini membidik senapannya saat memblokir jalan menuju pangkalan militer di Sevastopol, Krimea, Ukraina, Jumat (28/2/2021).

Pada awal perang Ukraina tahun 2014, berbagai laporan menyebut hadirnya kelompok tentara bayaran Wagner di medan pertempuran. Hal serupa terjadi kemudian di kancah perang Suriah, medan konflik di Republik Afrika Tengah dan belakangan juga di Libya.

Kelompok tentara bayaran Wagner adalah pasukan militer bayangan beranggotakan milisi dan petempur partikelir yang kerap dihubungkan dengan perang Kremlin di Ukraina, Afrika, dan Timur Tengah.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Muhammad Samsul Hadi, Pascal S Bin Saju
Bagikan
Memuat data..