logo Kompas.id
InternasionalLarangan Bernyanyi Picu Protes di Afghanistan

Larangan Bernyanyi Picu Protes di Afghanistan

Selama berkuasa, Taliban melarang perempuan keluar rumah. Anak perempuan tidak boleh sekolah. Setelah Taliban terguling, perempuan Afghanistan bisa sekolah dan bekerja.

Oleh kris mada
· 1 menit baca
Memuat data...
AFP/HOSHANG HASHIMI

Unjuk rasa perempuan Afghanistan di Herat untuk memperingati Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret 2021.

KABUL, SABTU — Warga Afghanistan marah dengan edaran Kementerian Pendidikan yang melarang pelajar berusia di atas 12 tahun untuk menyanyi di depan umum. Warga khawatir, larangan itu bagian dari upaya birokrasi untuk kembali menghidupkan pembatasan terhadap perempuan Afghanistan.

Pegiat hak asasi manusia (HAM) Afghanistan, Sima Samar, menyebut larangan itu melanggar HAM. Larangan itu juga melanggar Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak Anak. ”Ini talibanisasi dari dalam pemerintahan,” ujarnya, Jumat (12/3/2021), di Kabul.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Bonifasius Josie Susilo H
Bagikan
Memuat data..