logo Kompas.id
InternasionalAncaman Tambahan bagi Pekerja Migran Indonesia di Tengah Pandemi

Ancaman Tambahan bagi Pekerja Migran Indonesia di Tengah Pandemi

Banyak pekerja migran Indonesia ilegal belum terdaftar sebagai calon penerima vaksin Covid-19 di Malaysia. Mereka tidak berani mendaftar karena khawatir malah ditangkap.

Oleh KRIS MADA
· 1 menit baca
Memuat data...
DOKUMENTASI KONSULAT RI TAWAU

Seorang pekerja migran Indonesia disemprot disinfektan sebelum dipulangkan dari Tawau, Malaysia, Rabu (3/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS — Pandemi Covdi-19 mengancam kesehatan sekaligus ekonomi para pekerja migran Indonesia di Malaysia. Kondisi sekarang membuat mereka sulit terlindungi.

Perwakilan MigrantCare Malaysia, Alex Ong, mengatakan, pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal paling mengenaskan di tengah pandemi Covid-19 ini. Status ilegal membuat mereka kesulitan mendapatkan layanan kesehatan yang semakin dibutuhkan.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Hamzirwan Hamid
Bagikan
Memuat data..