logo Kompas.id
InternasionalKorea Utara Curi Uang Lewat Serangan Siber untuk Bangun Rudal

Korea Utara Curi Uang Lewat Serangan Siber untuk Bangun Rudal

Korut dituduh berada di balik pencurian 81 juta dollar AS melalui daring dari Bank Bangladesh dan 60 juta dollar AS dari Bank Taiwan.

Oleh Luki Aulia
· 1 menit baca
Memuat data...
AP PHOTO/AHN YOUNG-JOON

Warga di Stasiun Kereta Api Seoul, Korea Selatan, Jumat (15/3/2019), menyaksikan layar TV yang menayangkan cuplikan gambar pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam sebuah program berita. Jumat lalu, seorang pejabat senior Korea Utara mengatakan, Kim akan segera memutuskan apakah melanjutkan pembicaraan diplomatik dan mempertahankan moratoriumnya pada peluncuran rudal dan uji coba nuklir.

NEW YORK, RABU — Selama beberapa bulan terakhir, rezim Korea Utara rupanya telah mencuri mata uang digital atau virtual crypto currency senilai 316,4 juta dollar AS melalui serangan-serangan siber sejak November hingga November 2020 ke berbagai institusi finansial. Uang virtual itu untuk membiayai program rudal balistik dan nuklir Korea Utara.

Ini merupakan laporan panel tim ahli pemantau sanksi bagi Korut yang diserahkan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Senin lalu.

Editor: Pascal Bin Saju
Bagikan