logo Kompas.id
β€Ί
Internasionalβ€ΊMembaca Pikiran Erdogan
Iklan

Membaca Pikiran Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali mengusulkan perubahan konstitusi negaranya. Langkah ini dinilai bagian dari upaya mengamankan kekuasaan.

Oleh
REDAKSI
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/dFBbSXiIu3Gl3A5X25pPcAGA_BA=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F04%2F77410265_1554649190.jpg
REUTERS/GORAN TOMASEVIC

Burung-burung merpati terbang di depan poster besar bergambar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Bursa, Turki, Sabtu (6/4/2019). Kekalahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di kota-kota besar pada pemilu lokal, 31 Maret lalu, merupakan lampu kuning bagi masa depan AKP dan Erdogan.

Usulan Erdogan itu mengejutkan meski tak sulit menebak arahnya. Wacana penyusunan kembali konstitusi disampaikan terbuka oleh Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi, Senin (1/2/2021), setelah ia memimpin sidang kabinet. Alasan yang disampaikan ialah konstitusi saat ini, yang berlaku sejak tahun 1982 atau dua tahun setelah kudeta militer, ditulis para pemberontak. Itu alasan yang terucap.

Hanya sehari berselang, usulan itu didukung Devlet Bahceli, Ketua Partai Gerakan Nasionalis (MHP), yang berhaluan ultranasionalis dan mitra koalisi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pimpinan Erdogan. Beberapa pekan sebelumnya, Bahceli lebih dulu melontarkan wacana perubahan konstitusi Turki dengan tujuan untuk melarang Partai Demokratik Rakyat (HDP), yang pro-Kurdi, terkait tuduhan separatisme. Seolah mendapat momentum yang pas, Erdogan pun menyuarakan penyusunan ulang konstitusi itu.

Editor:
samsulhadi
Bagikan