logo Kompas.id
InternasionalJalan Terjal Melawan Kekerasan Jender di Kamboja

Jalan Terjal Melawan Kekerasan Jender di Kamboja

Para perempuan korban kekerasan di Kamboja dipuji atas keberanian mengungkapkan dan menempuh jalur hukum.

Oleh BENNY D KOESTANTO
· 1 menit baca
Memuat data...
(AP PHOTO/HENG SINITH)

Warga Kamboja mengibarkan bendera negara itu kala menyambut kedatangan Perdana Menteri Hun Sen, awal Juli 2018. Perlindungan terhadap kaum perempuan menjadi cita-cita yang ingin dicapai di negara itu.

Seakan ada sejuta alasan yang melatarbelakangi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, terutama terhadap kaum perempuan. Makan malam yang terlambat dihidangkan, cuci pakaian yang belum selesai, bahkan juga hanya karena acar pendamping menu masakan yang tidak cukup asam.

Kamboja ingin agar kekerasan-kekerasan yang seperti sudah menjadi budaya itu berhenti.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Muhammad Samsul Hadi, Pascal S Bin Saju
Memuat data..