logo Kompas.id
InternasionalTentara Australia Lakukan Kejahatan Perang, Canberra Minta Maaf kepada Kabul

Tentara Australia Lakukan Kejahatan Perang, Canberra Minta Maaf kepada Kabul

Laporan tim penyidik Angkatan Darat Australia menyebutkan anggota pasukan khusus Angkatan Darat Australia melakukan kejahatan perang ketika bertugas di Afghanistan. Para pelaku dan atasannya menutupi kejahatan itu.

Oleh Mahdi Muhammad
· 1 menit baca
Memuat data...
AAP/BRENDAN ESPOSITO/VIA REUTERS

Pasukan Komando Operasi Khusus Angkatan Darat Australia berdiri untuk sesi foto bagi media di pangkalan militer Angkatan Darat Australia Holsworthy Barracks di Sydney barat, Australia, 17 Juli 2017.

CANBERRA, KAMIS — Sebanyak 25 orang, yang terdiri dari anggota dan mantan anggota Angkatan Darat Australia, diduga melakukan kejahatan perang selama menjalankan tugas di Afghanistan tahun 2009-2013. Mereka dituduh membunuh 39 penduduk lokal Afghanistan, di antaranya ada yang berstatus tahanan dan ada juga yang dibunuh meski tidak memegang senjata.

Temuan ini disampaikan langsung oleh Jenderal Angus Campbell, Panglima Angkatan Bersenjata Australia (ADF), Kamis (19/11/2020). Hasil investigasi besar-besaran selama empat tahun terakhir yang dilakukan ADF menemukan bahwa pembunuhan di luar hukum itu dilakukan oleh 25 personel pasukan khusus Angkatan Darat Australia dalam 23 insiden terpisah tahun 2009-2013.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Muhammad Samsul Hadi
Memuat data..