logo Kompas.id
InternasionalIndonesia Ingatkan Dampak Pengabaian Multilateralisme

Indonesia Ingatkan Dampak Pengabaian Multilateralisme

Tanpa multilateralisme, yang kuat akan mengambil semuanya. PBB kini menghadapi tantangan yang sama dengan pendahulunya, LBB, yang lumpuh dan gagal mencegah perang.

Oleh Kris Mada
· 1 menit baca
Memuat data...
KEMENLU RI

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi untuk memperingati 75 tahun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar secara daring, Selasa (22/9/2020) dini hari WIB atau Senin (21/9/2020) waktu di New York, AS.

JAKARTA, KOMPAS — Indonesia kembali mengingatkan bahaya yang ditimbulkan bila multilateralisme semakin melemah dan diabaikan. Karena itu, lembaga-lembaga multilateral harus dijaga dan kerjanya harus berdampak pada warga.

”Tanpa multilateralisme, yang kuat akan mengambil semuanya,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Pertemuan Tingkat Tinggi untuk memperingati 75 tahun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (22/9/2020) dini hari.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Pascal S Bin Saju
Memuat data..