logo Kompas.id
InternasionalUbah Sikap, Indonesia Tolak Perpanjangan Sanksi pada Iran

Ubah Sikap, Indonesia Tolak Perpanjangan Sanksi pada Iran

Indonesia bergabung dengan 12 anggota DK PBB untuk menentang Amerika Serikat. AS dinilai telah kehilangan hak karena keluar secara sepihak dari kesepakatan yang disetujuinya pada 2015.

Oleh kris mada
· 1 menit baca
Memuat data...
KEMLU RI

Menlu RI Retno LP Marsudi dalam pertemuan virtual di DK PBB, Kamis (27/8/2020). Indonesia dan 12 anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengubah sikap dalam menanggapi keinginan Amerika Serikat terhadap Iran.

Indonesia menolak keinginan AS untuk memperpanjang embargo senjata atas Iran. AS kehilangan hak setelah keluar secara sepihak dari kesepakatan nuklir Iran pada Mei 2018.

JAKARTA, KOMPAS — Indonesia dan 12 anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengubah sikap dalam menanggapi keinginan Amerika Serikat terhadap Iran. Indonesia ikut menolak dari sebelumnya abstain terhadap usulan AS untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran. Selepas penolakan tersebut, Iran bersiap membeli senjata dari Rusia.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Pascal S Bin Saju
Memuat data..