logo Kompas.id
InternasionalIsrael Terpecah soal Pencaplokan Tepi Barat

Israel Terpecah soal Pencaplokan Tepi Barat

Penolakan Benny Gantz menambah kesulitan Benjamin Netanyahu menjalankan rencana pencaplokan Tepi Barat. Netanyahu mulai menunjukkan penundaan rencana aneksasi Tepi Barat.

Oleh kris mada
· 1 menit baca
Memuat data...
REUTERS/ILAN ROSENBERG

Pandangan dari udara menunjukkan permukiman Yahudi, Maale Adumim, di Tepi Barat yang diduduki Israel, 29 Juni 2020. 

TEL AVIV, SELASA — Koalisi Pemerintah Israel terpecah soal rencana pencaplokan Tepi Barat. Bahkan, ada peluang pencaplokan ditunda karena tidak ada dukungan dari Amerika Serikat dan ancaman penyelidikan kejahatan perang yang dilakukan Israel terhadap orang Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menyindir mitra koalisi utamanya, Benny Gantz. Netanyahu mengatakan, Gantz dan partainya bukan faktor utama dalam rencana pencaplokan Tepi Barat.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Pascal S Bin Saju
Memuat data..