logo Kompas.id
InternasionalDunia yang Melambat

Dunia yang Melambat

Dunia tak akan sama lagi setelah pandemi. Mobilitas penduduk lintas negara akan melambat. Hingga obat atau vaksin Covid-19 ditemukan, penduduk dunia harus hidup berdamai dengan krisis yang menjadi kenormalan baru.

Oleh
ADHITYA RAMADHAN & LUKI AULIA
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/NtU2lG9S5vHYnEpyrzHBqqHuaqA=/1024x681/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F04%2F000_1QG73A_1586344172.jpg
Kompas

Penumpang menggunakan pakaian pelindung diri saat tiba di Bandar Udara Tianhe di Kota Wuhan, China, yang sudah dibuka kembali, 8 April 2020.

Sejak pandemi Covid-19 melanda, banyak kebiasaan hidup—terutama saat bepergian—berubah total. Dari awalnya orang melakukannya terpaksa, kini perubahan kebiasaan hidup itu menjadi bagian keseharian. Salah satu contohnya, pengecekan suhu tubuh di mana-mana, pemakaian masker ke mana-mana, cuci tangan memakai sabun sering-sering hingga menjaga jarak fisik dengan siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.

Meski banyak negara, terutama di Eropa, sudah mulai melonggarkan karantina, kebiasaan baru ini akan tetap dipertahankan. Ketentuan menjaga jarak fisik dengan orang lain itu ikut mengubah keputusan warga untuk bepergian atau sekadar keluar sejenak.

Editor:
samsulhadi
Bagikan