logo Kompas.id
InternasionalBenahi Perlindungan ABK Perikanan Indonesia di Kapal Ikan Asing

Benahi Perlindungan ABK Perikanan Indonesia di Kapal Ikan Asing

Beratnya beban dan kerentanan awak kapal tangkap ikan asal Indonesia yang bekerja di kapal ikan asing membutuhkan penguatan perlindungan. Upaya pembenahan perlu dilakukan sejak dari hulu, yaitu saat mereka direkrut.

Oleh B Josie Susilo Hardianto
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RIZA FATHONI

Siluet petugas medis memeriksa kesehatan warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal pesiar MV Explorer Dream saat tiba di Pelabuhan JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (29/4/2020). Sebelum dibawa menuju hotel untuk menjalani isolasi mandiri, 359 WNI tersebut terlebih dahulu menjalani tes cepat.

Jangan ditanya apakah mereka pernah rindu. Selama setahun meniti ombak, tanpa sekali pun melihat daratan, mereka telah membenamkan dalam-dalam rasa rindu itu pada tiap butir air mata. Kadang mereka ”melampiaskan” rasa cemas dan khawatir hanya dengan menatap foto kerabat atau keluarga di rumah. Demikian awal cerita saat tiga awak kapal Long Xin 629, F, FB, dan BD, mengisahkan cerita mereka, Rabu (6/5/2020) petang.

Mereka meninggalkan Pelabuhan Busan, Korea Selatan, pada 14 Februari 2019. Hari-hari pertama mereka di atas Long Xin 629 diisi dengan latihan sekaligus praktik memancing menggunakan perangkat long line karena sebagian besar awak kapal asal Indonesia di atas Long Xin 629 tidak memiliki pengalaman melaut.

Editor: Bonifasius Josie Susilo H
Bagikan
Memuat data..