logo Kompas.id
InternasionalFaktor China dalam Belanja...

Faktor China dalam Belanja Senjata

Amerika Serikat boleh jadi adalah kekuatan utama dunia saat ini. Namun, tidak dapat dimungkiri, kebangkitan China membuat AS dan sekutunya harus menata ulang ”barisan mereka”.

Oleh
B Josie Susilo Hardianto
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/cD09ucSjO3OhSfjRGAizhJgQuNA=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F04%2FUSA-MILITARY_88888717_1587660289.jpg
REUTERS/US MARINES

Jet tempur F-35B Lightning II Marinir Amerika Serikat lepas landas dari kapal serbu amfibi Angkatan Laut AS, USS America, dalam operasi penerbangan di Laut Filipina, 6 April 2020. Kapal-kapal perang AS dan Australia pekan ini memasuki perairan Laut China Selatan, menyusul operasi kapal riset China di perairan sengketa dekat Malaysia.

Awal pekan lalu, Stockholm International Peace Research Institute atau SIPRI, sebuah lembaga riset yang memusatkan perhatian pada isu-isu pertahanan, konflik, dan kontrol senjata, mengungkapkan, belanja militer global menunjukkan peningkatan. Bahkan, SIPRI mencatat peningkatan itu merupakan yang terbesar dalam satu dekade terakhir.

Secara total, negara-negara di dunia menggelontorkan uang hingga 1,9 triliun dollar AS untuk belanja militer, atau 2,2 persen dari produk domestik bruto global. Dibandingkan dengan dana yang dikucurkan sepanjang  2018, nilainya naik 3,6 persen atau melonjak 7,2 persen dibandingkan dengan anggaran belanja pertahanan global 2010. ”Ini adalah tingkat pengeluaran tertinggi sejak krisis keuangan global 2008, dan mungkin menjadi puncak pengeluaran,” kata Nan Tian, peneliti SIPRI, dalam laman resmi lembaga itu.

Editor:
Bonifasius Josie Susilo H
Bagikan