logo Kompas.id
InternasionalKontrak Tambang Jadi Polemik Papua Niugini-China

Kontrak Tambang Jadi Polemik Papua Niugini-China

Polemik itu terjadi di tengah upaya China untuk terus meningkatkan pengaruhnya di kawasan Pasifik dalam beberapa tahun terakhir. China diketahui juga merupakan kreditor terbesar di Papua Niugini.

Oleh BENNY D KOESTANTO
· 1 menit baca
Memuat data...
DAVID GRAY/POOL PHOTO VIA AP

Presiden China Xi Jinping tiba di Port Moresby, Papua Niugini, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi APEC, 16 November 2018.

SINGAPURA, RABU — Pernyataan Pemerintah Papua Niugini untuk tidak memperbarui kontrak tambang emasnya di kawasan pertambangan Porgera dengan perusahaan asal China menimbulkan polemik. Manajemen Zijin Mining, badan usaha milik negara Pemerintah China, menyatakan kegagalan pembaruan kontrak sewa tambang emas yang dimiliki bersama lewat perusahaan Barrick Gold Corp di Porgera dapat merusak hubungan bilateral kedua negara.

Polemik itu terjadi di tengah upaya China untuk terus meningkatkan pengaruhnya di kawasan Pasifik dalam beberapa tahun terakhir. China diketahui juga merupakan kreditor terbesar di Papua Niugini. Di sisi lain, Perdana Menteri (PM) Papua Niugini James Marape terpilih di negara itu lewat platform nasionalisme ekonomi yang akan meninjau lebih dekat aset sumber daya mineralnya.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Bonifasius Josie Susilo H
Bagikan
Memuat data..