logo Kompas.id
InternasionalShi Zhengli, ”Perempuan Kelelawar” Penyibak Misteri Virus Korona di Wuhan

Shi Zhengli, ”Perempuan Kelelawar” Penyibak Misteri Virus Korona di Wuhan

Dedikasi belasan tahun meneliti virus korona pada kelelawar telah membuat Shi Zhengli jadi andalan China dalam menginvestigasi virus korona di Wuhan yang kemudian menjadi penyebab Covid-19.

Oleh ADHITYA RAMADHAN
· 1 menit baca
Memuat data...
WUHAN INSTITUTE OF VIROLOGY

Shi Zhengli ketika melakukan penelitian di goa kelelawar tahun 2004.

Sampel misterius tiba di Institut Virologi Wuhan, China, 30 Desember 2019, pukul 19.00. Sesaat kemudian, telepon Shi Zhengli berdering. Ternyata direktur institut itu atau pimpinan Shi, yang menelepon. ”Tinggalkan apa pun yang sedang kamu lakukan dan kerjakan ini dulu,” perintah sang bos, seperti disampaikan Shi.

Saat itu, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Wuhan telah mendeteksi adanya dua pasien rumah sakit dengan gejala pneumonia yang diduga terinfeksi virus korona. Direktur Institut Virologi Wuhan ingin Shi menginvestigasi temuan tersebut.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Muhammad Samsul Hadi
Bagikan
Memuat data..