logo Kompas.id
InternasionalPolisi Iran Gunakan Peluru Tajam, 23 Anak Tewas Tertembak

Polisi Iran Gunakan Peluru Tajam, 23 Anak Tewas Tertembak

Amnesty Internasional menemukan, selama gelombang protes di Iran, November 2019, sedikitnya 23 anak tewas tertembak peluru tajam aparat keamanan. Harus ada penyelidikan mandiri dan tidak berpihak untuk kasus itu.

Oleh Luki Aulia
· 1 menit baca
Memuat data...
(AP PHOTO/VAHID SALEMI, FILE)

Dalam arsip foto 20 November 2019 ini terlihat pejalan kaki melewati bangunan yang terbakar saat terjadi gelombang protes di Shahriar, Iran. Korban tewas akibat demo itu tercatat 304 orang, dan 23 orang di antaranya anak-anak.

LONDON, RABU — Sedikitnya 23 anak di Iran tewas terkena tembakan peluru tajam aparat keamanan saat terjadi gelombang protes anti-Pemerintah Iran pada November 2019. Korban tewas akibat demo itu tercatat sampai 304 orang.

Gelombang protes berlangsung sejak 15 November 2019 segera setelah pengumuman kenaikan harga bahan bakar. Pemerintah Iran sudah membantah laporan jumlah korban yang tewas itu.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Pascal S Bin Saju
Memuat data..