logo Kompas.id
InternasionalRusia Siap Balas Penutupan Konsulat

Rusia Siap Balas Penutupan Konsulat

MOSKWA JUMAT &mdash Rusia berjanji akan melakukan respons keras terhadap Amerika Serikat menyusul perintah Washington menutup konsulat Rusia di San Francisco California Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov Jumat 19 mengatakan pemerintah belum memutuskan apa persisnya respons yang ak

· 2 menit baca

MOSKWA, JUMAT — Rusia berjanji akan melakukan respons keras terhadap Amerika Serikat menyusul perintah Washington menutup konsulat Rusia di San Francisco, California. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Jumat (1/9), mengatakan, pemerintah belum memutuskan apa persisnya respons yang akan diambil. Yang pasti, katanya, "Kami akan melakukan respons keras terhadap pihak yang begitu saja menyakiti kami dan hanya didorong keinginan merusak hubungan dengan AS," kata Lavrov dalam pertemuan dengan mahasiswa jurusan diplomasi. Sehari sebelumnya, AS memerintahkan Rusia menutup konsulat di San Francisco dan kantor mereka di Washington dan New York dalam 48 jam. Pemerintahan Donald Trump menjelaskan, tindakan dilakukan sebagai balasan terhadap tindakan Kremlin yang "tidak beralasan dan merugikan" awal bulan lalu. Saat itu, Rusia memerintahkan pemotongan staf diplomatik AS sebanyak 755 orang di Rusia, dengan batas waktu hingga 1 September.Perintah penutupan konsulat Rusia tampaknya merupakan tindakan diplomatik paling drastis AS terhadap Rusia sejak 1986 ketika kedua negara saling mengusir puluhan diplomat. "AS bersiap mengambil tindakan lebih jauh apabila diperlukan dan dijamin," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert.Penutupan selambatnya harus dilakukan Sabtu ini. Selain konsulat, Rusia juga harus mengosongkan rumah resmi yang dihuni diplomatnya. Konsulat Rusia di New York dan kedubes di Washington DC masih dibolehkan beroperasi, tetapi misi perdagangan di kedua kota tersebut harus ditutup.Saling balasTindakan saling balas merupakan rentetan dari peristiwa Desember 2016 ketika Presiden AS Barack Obama mengusir puluhan diplomat Rusia sebagai bagian dari sanksi atas campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS. Obama ketika itu juga menutup fasilitas rekreasi Rusia di New York dan Maryland. Obama masih menambah pula dengan sanksi terhadap sejumlah perusahaan Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin tidak serta-merta membalas, apalagi Presiden Donald Trump yang memenangi pemilihan presiden berjanji memperbaiki hubungan dengan Rusia. Namun, awal Agustus lalu, Trump menandatangani undang- undang tentang sanksi atas Rusia setelah Kongres meloloskan rancangannya. UU tersebut benar- benar mengikat Trump untuk tidak bisa melakukan perubahan apa pun. Bahkan, UU tersebut tidak memungkinkan Trump meringankan sanksi terhadap Moskwa tanpa meminta izin Kongres.Kremlin segera melakukan tindakan balasan yang cukup mengejutkan dengan memerintahkan AS memotong stafnya sebanyak 755 orang, hingga menjadi 455 orang saja. AS sampai sekarang belum memastikan berapa jumlah staf di kedutaan dan konsulatnya di seluruh Rusia. Namun, Kamis lalu, perintah itu sudah dipenuhi. "AS sudah melaksanakan sepenuhnya keputusan Pemerintah Rusia untuk mengurangi misi kami di Rusia," kata Nauert. (AFP/AP/REUTERS/RET)

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Memuat data..