logo Kompas.id
InternasionalKilas Luar Negeri

Kilas Luar Negeri

Oleh
· 3 menit baca

Hongkong Nilai Indonesia Sangat BerpotensiTaipan terkemuka Hongkong, Li Ka-Shing, berkomitmen untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. Ka-Shing adalah pemilik CK Hutchison Holdings Limited, salah satu operator terminal peti kemas terbesar di dunia. Perusahaan itu telah menginvestasikan dana hingga 10 miliar dollar AS di Indonesia. Komitmen itu disebutkan saat Ka-Shing bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Senin (1/5), di Hotel Conrad, Hongkong. Menurut Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi yang turut hadir dalam pertemuan itu, Hutchison melihat Indonesia sebagai negara dengan potensi luar biasa. Menurut Retno, sejumlah rencana pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi turut dibahas dalam pertemuan tersebut. "Reformasi ekonomi Indonesia menjadi salah satu topik yang disinggung Presiden. Selain itu, Presiden juga menjelaskan rencana pembangunan infrastruktur di Indonesia," kata Menlu Retno. Kepala BKPM Thomas Lembong dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita hadir dalam pertemuan itu. (*/JOS)Milisi Dukungan AS Dorong NIIS Keluar TabqaMilisi oposisi Suriah dukungan Amerika Serikat, Senin (1/5), mengumumkan telah mengusir milisi kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) dari kawasan kota tua Tabqa, kota strategis tempat bendungan terbesar di Suriah. Kelompok militan itu kini terpojok di wilayah kota baru di tepian Danau Assad. Pasukan Demokratik Suriah (SDF), aliansi milisi Kurdi Suriah dan kelompok bersenjata Arab, kini berusaha memutus jalur suplai dari Tabqa ke Raqqa, kota utama yang diduduki NIIS dan berjalak 40 kilometer timur Tabqa. Pada awal April, pejabat SDF menyatakan akan menyerang Raqqa setelah menguasai Tabqa. Pengepungan kota Tabqa selama satu bulan baru membawa hasil setelah SDF merebut tiga distrik terakhir di kota tua dan kawasan industri. Pertempuran kini bergeser ke tiga distrik di kota baru, dekat Bendungan Tabqa yang masih dikuasai milisi NIIS. Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) mengatakan, SDF telah mengontrol sekitar 80 persen wilayah Tabqa. NIIS tinggal menguasai dua perkampungan, yakni Hurriyah dan Wahdah. (Reuters/afp/was)Negosiator Kongres AS Capai KesepakatanKomite Alokasi DPR Amerika Serikat menyepakati dana pembiayaan federal sebesar 1 triliun dollar AS, Minggu (30/4) malam, yang dapat menghindarkan Pemerintah AS berhenti beroperasi pada 5 Mei. Kesepakatan ini masih harus mendapat persetujuan DPR AS dan Senat serta dapat menjadi produk legislasi berpengaruh pertama yang lolos dari Kongres sejak Presiden Donald Trump dilantik, 20 Januari. Dana yang seharusnya sudah disetujui tujuh bulan lalu, saat tahun fiskal 2017 dimulai pada 1 Oktober 2016, akan membiayai sejumlah program federal, seperti operasi pengamanan bandara dan perbatasan, gaji tentara, riset medis, bantuan luar negeri, eksplorasi ruang angkasa, dan pendidikan. "Kesepakatan ini menjamin fungsi dasar pemerintah federal tetap berjalan," ujar Jennifer Hing, Direktur Komunikasi Komisi Alokasi. Jika tidak mendapat persetujuan Kongres hingga Jumat malam, badan federal harus memberhentikan ribuan pekerja atau mempekerjakan mereka tanpa membayar upah. (Reuters/was)

Editor:
Bagikan