logo Kompas.id
InternasionalMencari Jejak Abu Bakar al-Baghdadi

Mencari Jejak Abu Bakar al-Baghdadi

Jatuhnya kota Mosul barat dari milisi Negara Islam di Irak dan Suriah NIIS ke tangan Pemerintah Irak hanya soal waktu Hampir 70 persen wilayah Mosul barat ibu kota dan sekaligus basis terkuat kelompok NIIS di Irak kini sudah dikuasai pasukan loyalis Pemerintah IrakHingga Minggu 193 pasukan

· 3 menit baca

Jatuhnya kota Mosul barat dari milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) ke tangan Pemerintah Irak hanya soal waktu. Hampir 70 persen wilayah Mosul barat, ibu kota dan sekaligus basis terkuat kelompok NIIS di Irak, kini sudah dikuasai pasukan loyalis Pemerintah Irak.Hingga Minggu (19/3), pasukan polisi federal Irak telah menguasai hingga stasiun kereta di Mosul barat, dekat dengan masjid tempat dulu pemimpin NIIS, Abu Bakar al-Baghdadi, mendeklarasikan kekhalifahan pada Juli 2014. Bendera NIIS masih berkibar di menara masjid tersebut pada hari itu.Beberapa pejabat Amerika Serikat memperkirakan, sekitar 2.000 anggota milisi tempur NIIS masih bertahan di Mosul barat. Mereka berupaya mempertahankan kota itu dengan tembakan mortir, para penembak runduk, dan bom-bom mobil melalui aksi bunuh diri.Namun, keberadaan Al-Baghdadi sampai saat ini masih misterius. Teka teki tentang keberadaan orang nomor satu di kelompok NIIS itu terus menjadi spekulasi pemberitaan sejumlah media Barat dan Timur Tengah serta sasaran pemantauan jaringan intelijen internasional.Sejumlah media dan jaringan intelijen sampai saat ini mengakui masih sangat sulit dan bahkan mustahil memastikan keberadaan Al-Baghdadi. Mereka hanya bisa memastikan bahwa Al-Baghdadi dan sejumlah elite NIIS sudah lolos dengan cara menyamar dari Mosul barat.Lolosnya Al-Baghdadi dan sejumlah elite NIIS dari Mosul barat telah dikonfirmasi beberapa media, beberapa hari terakhir ini. Situs televisi Alarabiya menyebutkan, Al-Baghdadi telah lari dari Mosul barat menuju wilayah gurun.Menurut Alarabiya, sebelum meninggalkan Mosul barat, Al-Baghdadi telah menyerahkan komando perang melawan pasukan Pemerintah Irak kepada pimpinan NIIS lapisan kedua dan ketiga serta beberapa unsur asing. Stasiun televisi yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, itu mengungkapkan, Al-Baghdadi sedikitnya telah tiga kali mengunjungi Mosul barat sebelum pasukan Irak memulai operasi pembebasan kota itu pada 19 Februari lalu.Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) juga mengonfirmasi bahwa Al-Baghdadi telah meninggalkan Mosul barat dan kini bersembunyi di suatu tempat di wilayah gurun. Sebelumnya, pada akhir Desember lalu, Juru Bicara Pentagon Peter Cook, seperti pernah dikutip CNN dan Al Jazeera, menegaskan, Al-Baghdadi masih hidup dan masih memimpin milisi NIIS.Tiga kemungkinanCook saat itu mengatakan, aksi perburuan dan upaya menemukan tempat persembunyian Al-Baghdadi membutuhkan waktu. Pada Desember 2016, Departemen Luar Negeri AS menaikkan hadiah bagi siapa pun yang memberi informasi tentang keberadaan Al-Baghdadi dari 10 juta dollar AS (sekitar Rp 133 miliar) menjadi 25 juta dollar AS (Rp 332,5 miliar).Jika sejumlah pihak, termasuk Pentagon, meyakini bahwa Al-Baghdadi kini bersembunyi di gurun, di wilayah gurun manakah kira-kira pemimpin NIIS itu memilih tempat persembunyiannya? Menurut berbagai sumber di Irak yang dikutip televisi Alarabiya, kemungkinan besar ada tiga wilayah gurun yang dijadikan tempat persembunyian Al-Baghdadi saat ini.Alasan kuat Al-Baghdadi memilih ketiga wilayah gurun itu karena ketiga wilayah gurun tersebut berada di luar kontrol pemerintahan di Baghdad. Ketiga wilayah gurun itu ialah, pertama, wilayah gurun bagian barat Provinsi Nineveh yang dekat dengan perbatasan Suriah dan memiliki akses langsung menuju Raqqa, ibu kota NIIS di Suriah.Kedua, wilayah gurun di Provinsi Al-Anbar yang dekat dengan perbatasan Jordania dan juga dekat kota Al-Qaim, kota perbatasan dengan Suriah. Ketiga, wilayah gurun di Provinsi Nineveh bagian tenggara yang berdekatan dengan Provinsi Salah ad-din.Seperti diketahui, wilayah gurun di Provinsi Al-Anbar dan Nineveh merupakan wilayah gurun terluas di Irak dan dikenal sulit dikontrol pemerintah pusat di Baghdad sejak zaman monarki rezim Saddam Hussein hingga saat ini.(MUSTHAFA ABD RAHMAN,dari Kairo, Mesir)

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Memuat data..