logo Kompas.id
β€Ί
Ilmu Pengetahuan & Teknologiβ€ΊPerubahan Pola Hujan di...

Perubahan Pola Hujan di Jakarta dalam Seabad dan Implikasinya

Pola hujan di Jakarta telah berubah, sebagai respons peningkatan suhu hingga 1,6 derajat celsius dalam satu abad terakhir. Jakarta harus beradaptasi dengan perubahan ini untuk mengurangi risiko bencana.

Oleh
AHMAD ARIF
Β· 1 menit baca
Kepadatan arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, selepas hujan deras yang mengguyur kawasan ini, Selasa (8/3/2022).
KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Kepadatan arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, selepas hujan deras yang mengguyur kawasan ini, Selasa (8/3/2022).

Catatan meteorologi telah merekam adanya peningkatan suhu hingga 1,6 derajat celsius di Jakarta dalam satu abad terakhir, lebih tinggi dari rata-rata global. Perubahan suhu dan juga kelembaban udara ini telah mengubah frekuensi, intensitas, dan durasi hujan yang berpotensi meningkatkan risiko bencana.

Hujan dengan intensitas 377 milimeter (mm) per hari yang tercatat di Bandara Halim Perdanakusuma pada pergantian tahun baru 2020 merupakan yang tertinggi sejak dilakukan pengukuran pada 1866. Sebaran hujan ekstrem, dengan intensitas di atas 200 mm per hari, juga tercatat di beberapa wilayah Jakarta saat itu, dan menyebabkan banjir melanda.

Editor:
ICHWAN SUSANTO
Bagikan