logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiPeluang Perdagangan Karbon...

Peluang Perdagangan Karbon Semakin Luas

Perpres tentang Nilai Ekonomi Karbon membuka peluang semua pihak, termasuk pelaku usaha dan kelompok masyarakat, melakukan perdagangan karbon. Namun, perdagangan karbon ini harus sesuai dengan mekanisme.

Oleh
PRADIPTA PANDU
· 1 menit baca
Beragam jenis tanaman puncak memadati kawasan restorasi ekosistem Hutan Harapan di perbatasan Jambi dengan Sumatera Selatan. Hutan Harapan menjadi tempat yang nyaman bagi ruang hidup satwa liar dilindungi.
KOMPAS/IRMA TAMBUNAN

Beragam jenis tanaman puncak memadati kawasan restorasi ekosistem Hutan Harapan di perbatasan Jambi dengan Sumatera Selatan. Hutan Harapan menjadi tempat yang nyaman bagi ruang hidup satwa liar dilindungi.

JAKARTA, KOMPAS — Peluang perdagangan karbon dan pembayaran berbasis kinerja semakin luas setelah keluarnya Peraturan Presiden tentang Nilai Ekonomi Karbon. Di sisi lain, capaian penurunan emisi ini harus difokuskan untuk pemenuhan target kontribusi nasional sesuai dengan Kesepakatan Paris 2015 terkait perubahan iklim.

Peneliti Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya, dan Kehutanan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), I Wayan Susi Dharmawan, mengemukakan, semua kegiatan terkait dengan pengelolaan hutan ataupun lingkungan secara berkelanjutan perlu diatur dalam kebijakan yang bisa diterima semua pihak. Kebijakan ini akan memberikan insentif terhadap pihak-pihak yang berkontribusi pada perbaikan lingkungan.

Editor:
ICHWAN SUSANTO
Bagikan