logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiOmicron Tiga Kali Lebih Mungkin Menyebabkan Infeksi Ulang Dibandingkan Delta

Omicron Tiga Kali Lebih Mungkin Menyebabkan Infeksi Ulang Dibandingkan Delta

Studi pendahuluan di Afrika Selatan membuktikan varian Omicron tiga kali lebih mungkin menyebabkan infeksi ulang individu yang pernah terkena Covid-19. Karena itu, kewaspadaan terhadap varian ini perlu ditingkatkan.

Oleh
Ahmad Arif
· 1 menit baca
Memuat data...
AFP/MOHD RASFAN

Seorang penumpang yang mengenakan masker berjalan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) di Sepang, Malaysia, 29 November 2021. Malaysia telah melaporkan adanya kasus infeksi varian Omicron di negara tersebut.

JAKARTA, KOMPAS — Indonesia perlu meningkatkan surveilans, termasuk pemeriksaan genomik, karena fokus pada pintu masuk tidak akan cukup menangkal peredaran varian baru Omicron. Varian ini telah dideteksi di Singapura dan Malaysia, sementara studi pendahuluan oleh para ilmuwan Afrika Selatan menunjukkan varian ini tiga kali lebih mungkin menyebabkan infeksi ulang dibandingkan Delta atau Beta.

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Pandu Riono, dalam diskusi daring, di Jakarta,  Jumat (3/12/2021), mengatakan, dengan ditemukannya varian ini di negara tetangga, Indonesia sudah harus mewaspadai bahwa varian ini juga sudah masuk. Sekalipun hingga saat ini Indonesia belum mendeteksi keberadaannya, hal ini bisa terjadi karena kurangnya pemeriksaan genomik.

Editor:
evyrachmawati
Bagikan