logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiDikembangkan Mesin Pintar untuk Diagnosis Covid-19 di Indonesia

Dikembangkan Mesin Pintar untuk Diagnosis Covid-19 di Indonesia

Mesin untuk mengukur risiko Covid-19 berbasis perilaku atau CLM 2.0 merupakan pengembangan dari CLM 1.0 yang sebelumnya telah dikembangkan di Jakarta. Penggunaannya diharapkan bisa meringankan beban sistem kesehatan.

Oleh
Ahmad Arif
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Heru Sri Kumoro

Papan petunjuk layanan tanpa turun (drive thru) tes usap di Jalan Blora, Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (27/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS — Keterbatasan tes polimerase rantai ganda di Indonesia menuntut metode yang mampu mendeteksi Covid-19 secara cepat, akurat, dan terjangkau. Penyediaan mesin pintar sebagai metode deteksi Covid-19 dinilai dapat menjadi alternatif solusi untuk mengatasi masalah ini.

Pengembangan mesin pintar (machine learning) untuk mendeteksi dini potensi Covid-19 berbasis perilaku responden saat ini tengah dikembangkan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) bersama Nalagenetics. Untuk saat ini, metode ini akan diujikan untuk petugas kesehatan dan staf yang bertugas di fasilitas kesehatan.

Editor:
Ichwan Susanto
Bagikan