logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiJumlah Peserta JKN Meningkat, ...
Iklan

Jumlah Peserta JKN Meningkat, Fasilitas Kesehatan Perlu Diperluas

Kepesertaan program JKN-KIS meningkat di semua provinsi di Indonesia. Namun, pertumbuhan fasilitas kesehatan cenderung lambat.

Oleh
DEONISIA ARLINTA
· 4 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/zhY6t4zPV28Q4T5IsebdmRxVWZA=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F01%2FLayanan-Cuci-Darah-Dengan-Sidik-Jari_86607299_1579706459.jpg
Kompas/Priyombodo

Suasana di Klinik Hemodialisis Tidore, Cideng, Jakarta Pusat, yang melayani cuci darah, Senin (13/1/2020). BPJS Kesehatan bersama fasilitas kesehatan mitra kerja mengimplementasikan kemudahan layanan bagi pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat yang rutin menjalani cuci darah melalui pemindai sidik jari, tanpa membuat surat rujukan lagi.

JAKARTA, KOMPAS — Peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat meningkat secara signifikan dalam lima tahun terakhir. Namun, peningkatan tersebut tidak diiringi dengan pertumbuhan fasilitas kesehatan. Hal ini dikhawatirkan dapat membuat pelayanan kesehatan di masyarakat menjadi tidak optimal.

Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional periode 2019-2024, Asih Eka Putri, mengatakan, peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) meningkat sebesar 43 persen dari 2014 sampai 2019 menjadi 224 juta peserta. Pertumbuhan tertinggi terjadi di Provinsi Bali, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Editor:
Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan