logo Kompas.id
β€Ί
Ilmu Pengetahuan & Teknologiβ€ΊIlmu Sosial Humaniora Penting ...
Iklan

Ilmu Sosial Humaniora Penting untuk Respons Pandemi

Mengatasi Pandemi Covid-19 tidak cukup hanya dari aspek medis saja. Kajian sosial humaniora bisa dimanfaatkan untuk menyusun kebijakan.

Oleh
SEKAR GANDHAWANGI
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/90a9uT-YZwaNkeuPLNzZzCwAC6Q=/1024x645/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F09%2F323a8340-d25c-4852-bdb5-0f69b9b81979_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Orang-orangan sawah atau atau boneka sawah dipasang aktivis Komite Nasional Pembaruan Agraria di depan gerbang Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2020). Orangan-orangan sawah ini mewakili petani dalam menyampaikan pendapat untuk memeringati Hari Tani Nasional.

JAKARTA, KOMPAS – Ilmu sosial humaniora perlu menjadi salah satu basis penanganan pandemi Covid-19. Kompleksitas kelompok rentan dalam menghadapi pandemi dapat dikaji dengan ilmu tersebut. Kajian itu diharapkan menjadi dasar menyusun kebijakan yang tepat sasaran.

Menurut peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ahmad Najib Burhani, penanganan pandemi membutuhkan perspektif luas, tidak cukup hanya dari aspek medis. Memahami resistensi sebagian kelompok terhadap vaksin, penolakan pemakaman dengan protokol kesehatan, hingga penolakan beribadah di rumah bisa dikaji secara sosial humaniora (soshum). Sebab, sebagian hambatan penanganan pandemi berlatar faktor agama, budaya, dan sosial masyarakat.

Editor:
Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan