logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiTenaga Kesehatan Kita Distigma, Diancam, Belum Dibayar

Tenaga Kesehatan Kita Distigma, Diancam, Belum Dibayar

Sukarelawan tenaga kesehatan setiap hari bertaruh nyawa merawat pasien Covid-19. Selain kerap menghadapi tekanan sosial, sejak beberapa waktu ini ujung tombak dalam melawan pandemi ini tak menerima insentif.

Oleh Ahmad Arif
· 1 menit baca
Memuat data...
RSDC WISMA ATLET KEMAYORAN

Sukarelawan dan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (23/3/2021), memainkan angklung dalam peringatan setahun perjuangan RSDC Wisma Atlet.

Tidak  hanya risiko tertular dan kehilangan nyawa, tenaga kesehatan di Indonesia yang merawat pasien Covid-19 kini juga menghadapi tekanan sosial dan ekonomi. Banyak di antaranya distigma, dituduh mengovidkan pasien, dan belum dibayar selama berbulan-bulan.

Lebaran hampir tiba, tetapi RS (34), perawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Indrapura, Surabaya, Jawa Timur, resah karena insentifnya untuk bulan April 2021 masih belum diterima. ”Keluarga sudah meminta uang untuk keperluan Lebaran. Mau bagaimana lagi. Harus menggerogoti tabungan, untuk makan saja harus irit, lebih sering makan mi. Apalagi, sekarang jatah makan hanya sekali sehari,” katanya.

Editor: Ichwan Susanto
Bagikan
Memuat data..