logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiBenahi Koordinasi BPOM dengan Peneliti Vaksin Nusantara

Benahi Koordinasi BPOM dengan Peneliti Vaksin Nusantara

Pelaksanaan uji klinik vaksin Nusantara mesti dipantau Badan Pengawas Obat dan Makanan. Hal itu bertujuan untuk memastikan kandidat vaksin Covid-19 yang dikembangkan itu aman, manjur, dan efektif.

Oleh DEONISIA ARLINTA
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA

Suasana kesibukan para petugas di Laboratorium Patologi Klinik RSUP Dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah, Rabu (17/2/2021). Di ruangan berbeda, pada area yang sama, juga terdapat laboratorium uji Covid-19 dengan kapasitas 300-400 pemeriksaan per hari. Selain itu, juga terdapat ruangan untuk penelitian dan pengembangan vaksin nusantara, yang saat ini telah selesai melalui uji klinis tahap I.

JAKARTA, KOMPAS – Di tengah pro-kontra yang muncul dari pengembangan vaksin Nusantara, basis sains harus tetap diutamakan. Penelitian yang dilakukan harus memastikan vaksin aman, bermutu, dan efektif untuk digunakan. Koordinasi antara Badan Pengawas Obat dan Makanan dan tim peneliti vaksin Nusantara pun dinilai perlu diperbaiki.

Ketua Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Jakarta, Kamis (15/4/2021) mengatakan, vaksin Nusantara atau vaksin dendritik merupakan jenis vaksin yang dikembangkan di Amerika Serikat (AS) dan diuji coba di Indonesia. Pemerintah memberikan dukungan pada pengembangan seluruh vaksin, termasuk vaksin Nusantara selama vaksin tersebut memenuhi kriteria yang ditentukan.

Editor: Evy Rachmawati
Bagikan
Memuat data..