logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiSeroja Mengingatkan pada Tragedi Siklon Flores 1973

Seroja Mengingatkan pada Tragedi Siklon Flores 1973

Data sejarah menyingkap keberulangan siklon tropis di Indonesia, salah satu yang paling mematikan di belahan bumi selatan pernah melanda Flores pada April 1973. Temuan ini menuntut pembaruan tata kelola bencana kita.

Oleh Ahmad Arif
· 1 menit baca

Warga melintasi bekas kawasan permukiman yang hilang diterjang banjir bandang beberapa hari lalu di Desa Nelelamadiken, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (8/4/2021). Proses evakuasi korban di kawasan tersebut mulai memasuki tahap rehabilitasi bagi korban bencana yang kehilangan rumah.

Bencana banjir, longsor, dan angin kencang yang dipicu siklon tropis Seroja pada akhir pekan ini telah menyingkap kerentanan Nusa Tenggara Timur terhadap jenis bencana ini, terutama selama April. Pada 29 April 1973 pagi, siklon raksasa pernah menghancurkan Flores dan menewaskan 1.500 orang. Berikutnya, siklon juga pernah melanda kawasan ini pada April 2002 dan April 2003.

Penelusuran di pusat data harian Kompas menunjukkan, pada 29 April 1973, sekitar pukul 09.00 bencana angin topan melanda Pulau Flores dan pulau-pulau sekitarnya, ”...badai topan ini mengangkat air laut hingga menggelombang tinggi dan memecah puluhan meter di  darat. Perahu-perahu yang kebetulan berlayar disana hancur berkepingan, pepohonan bertumbangan, dan 1.800 rumah penduduk merata tanah, selebihnya rusak berat,” tulis Kompas.

Editor: Ichwan Susanto
Bagikan
Memuat data..