logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiBerjuang Bersama sampai Tuntas

Berjuang Bersama sampai Tuntas

Kemudahan layanan dan dukungan segala pihak sangat berarti bagi kesembuhan penderita tuberkulosis. Itu bisa membantu merealisasikan mimpi Indonesia bebas tuberkulosis pada 2050.

Oleh DEONISIA ARLINTA
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI

Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Cirebon menunjukkan sampel dahak untuk pemeriksaan tuberkulosis di Auditorium Adang Hamara Lapas Narkotika Cirebon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (12/3/2020). Penularan tuberkulosis rentan terjadi di lapas tersebut karena jumlah tahanan melebihi kapasitas dan sirkulasi udara yang minim.

Pandemi Covid-19 mengakibatkan penanganan tuberkulosis mengalami kemunduran sampai 12 tahun. Sumber daya yang lebih banyak dialihkan untuk penanganan Covid-19 menjadi tantangan yang utama. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan jumlah kematian akibat penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis ini meningkat  dari 1,4 juta kasus pada 2018 menjadi 1,8 juta kasus pada 2020.

Peningkatan itu disebabkan kasus baru yang terlambat ditemukan dan angka putus obat yang bertambah. Menjalani pengobatan tuberkulosis (TB) memang bukan hal yang mudah. Pasien diharuskan  mengonsumsi obat setiap hari selama enam bulan penuh, bahkan untuk kasus TB resisten obat (RO) harus mengonsumsi obat setiap hari sampai dua tahun. Itu belum termasuk harus disuntik setiap hari pada beberapa bulan awal pengobatan.

Editor: Ichwan Susanto
Bagikan
Memuat data..