logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiKajian Limbah Abu Batubara...

Kajian Limbah Abu Batubara Libatkan Ahli

Pemerintah menyatakan, dikeluarkannya abu batubara dari kategori limbah B3 dilandasi pengujian ilmiah oleh para ahli. Limbah itu pun dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi dan kegunaan lainnya.

Oleh
PRADIPTA PANDU
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/zqh_Y2l0oVNgO_ZBUCtkZtZDAYo=/1024x626/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F05%2F20100524agsHa_1589290502.jpg
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Truk berat mengangkut batubara di Blok Tutupan yang ditambang PT Adaro Indonesia di perbatasan Kabupaten Tabalong dan Balangan, Kalimantan Selatan, Rabu (19/5/2010).

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah menyatakan aturan terkait dikeluarkannya abu batubara daari ategori limbah bahan beracun dan berbahaya atau B3 telah melalui serangkaian pengujian oleh para ahli. Meski tidak tergolong lagi dalam limbah B3, pengelolaan dan pemanfaatan abu batubara untuk sejumlah kegiatan tetap akan mendapatkan pengawasan yang ketat.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Ratnawati menyampaikan, kajian tersebut menunjukkan bahwa abu terbang dan abu padat (fly ash dan bottom ash/FABA) dari kegiatan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) tidak mudah menyala pada suhu di atas 140 derajat fahrenheit dan tidak mudah meledak. Hasil uji konsentrasi logam berat dengan 16 parameter juga menunjukkan bahwa FABA memenuhi baku mutu sesuai aturan dalam lampiran Peraturan Menteri LHK Nomor 10 Tahun 2020 tentang Tata Cara Uji Karakteristik dan Penetapan Status Limbah B3.

Editor:
Ichwan Susanto
Bagikan