logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiPengembangan SDM Belum Imbangi...

Pengembangan SDM Belum Imbangi Kemajuan Teknologi

Pemanfaatan kecerdasan buatan terus meningkat setidaknya dalam tiga tahun terakhir di Indonesia. Namun, peningkatan itu kurang diimbangi ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni.

Oleh
Dimas Waraditya Nugraha/Maria Pascalia Judith J/Mediana/C Anto Saptowalyono/Andreas Maryoto
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/vkWN7Z2xWh5-ELyNNmvOtyLNFdk=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F01%2FTelkomsel-MyAds-x-GoBiz_4_1611577306.jpg
DOKUMENTASI TELKOMSEL DAN GOJEK

Ilustrasi mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mitra Gojek yang tengah menggunakan aplikasi GoBiz. Kini, layanan GoBiz telah terintegrasi dengan MyTelkomsel Ads.

JAKARTA, KOMPAS - Usaha rintisan teknologi di Indonesia berkembang pesat, ditandai maraknya penggunaan kecerdasan buatan di berbagai bidang. Masalah besar tetap sama yaitu kelangkaan talenta teknologi. Ketergantungan pada teknologi luar negeri menjadi ancaman masa depan ketika kecerdasan buatan memasuki fase lanjut.

Beberapa usaha rintisan seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka, Halodoc, dan Dana, telah mengaplikasikan kecerdasan buatan dalam menjalankan bisnisnya. Perbankan seperti BRI dan Bank Mandiri juga telah menggunakan teknologi itu. Kecerdasan buatan itu antara lain diaplikasikan di layanan konsumen, memahami perilaku pengguna, pengurangan aktifitas tatap muka, memastikan kualitas layanan dokter, identifikasi kecurangan, dan meningkatkan keamanan.

Editor:
adiprinantyo
Bagikan