logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiRiset Baterai Litium Perlu...

Riset Baterai Litium Perlu Diprioritaskan

Potensi baterai litium sebagai kunci pengembangan kendaraan listrik belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, ketersediaan bijih nikel sebagai bahan baku baterai tersebut melimpah di Indonesia.

Oleh
PRADIPTA PANDU
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/qJMxUq02vN_btUZF1Dz4VemrRwk=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F11%2FChina-Manufacturing_93285940_1606748862.jpg
CHINATOPIX VIA AP

Pekerja menempatkan baterai pada mesin di sebuah pabrik baterai litium di Huaibei, Provinsi Anhui, China, 14 November 2020.

JAKARTA, KOMPAS — Baterai merupakan salah satu teknologi inti untuk mewujudkan transisi energi dan memperluas akses energi di seluruh dunia. Namun, potensi baterai saat ini dan masa depan belum dimanfaatkan secara optimal di Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan dan memprioritaskan riset serta industri baterai di Indonesia.

Pendiri Institut Penelitian Baterai Nasional (National Battery Research Institute/NBRI) Evvy Kartini mengemukakan, pertumbuhan industri baterai litium dunia akan naik 14 kali lipat seiring dengan kemajuan teknologi saat ini. Baterai litium ini sangat dibutuhkan untuk sumber penyimpanan energi elektronik dan kendaraan, khususnya yang berbasis listrik.

Editor:
evyrachmawati
Bagikan